Monday, May 26, 2008

KITAB TAUHID (15/67)

BAB 15

TIDAK SEORANGPUN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH

Firman Allah :

] أيشركون ما لا يخلق شيئا وهم يخلقون ولا يستطيعون لهم نصرا ولا أنفسهم ينصرون [

“Apakah mereka mempersekutukan ( Allah ) dengan berhala berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatupun ? sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang, dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” ( QS. Al A’raf, 191-192 ).

] والذين تدعون من دونه ما يملكون من قطمير إن تدعوهم لا يسمعوا دعاءكم ولو سمعوا ما استجابوا لكم ويوم القيامة يكفرون بشرككم ولا ينبئك مثل خبير[

“Dan sesembahan-sesembahan yang kalian mohon selain Allah, tidak memiliki apa apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu; dan pada hari kiamat meraka akan mengingkari kemusyrikanmu, dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui. ” ( QS. Fathir 13-14 ).

Diriwayatkan dalam shoheh (Bukhori dan Muslim) dari Anas bin Malik , ia berkata :

شج النبي r يوم أحد، وكسرت رباعيته، فقال : " كيف يفلح قوم شجوا نبيهم "، فنـزلت ] ليس لك من الأمر شيء [.

“Ketika perang uhud Rasulullah terluka kepalanya, dan pecah gigi serinya, maka beliau bersabda : “Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melukai Nabinya ?” kemudian turunlah ayat : “Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”. ( QS. Ali Imran 128 ).”

Dan diriwayatkan dalam shoheh Bukhori Ibnu Umar bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda ketika beliau berdiri dari ruku’ pada rakaat yang terahir dalam sholat shubuh :

" اللهم العن فلانا وفلانا "، بعد ما يقول :" سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد "، فأنزل الله ] ليس لك من الأمر شيء [.

“Ya Allah, laknatilah si fulan dan sifulan”, setelah beliau mengucapkan : سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد , setelah itu turunlah firman Allah :

]ليس لك من الأمر شيء [

“Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”.

Dalam riwayat yang lain : “Beliau mendoakan semoga Shofwan bin Umayah, Suhail bin Amr, dan Al Harits bin Hisyam dijauhkan dari rahmat Allah”, maka turunlah ayat :

]ليس لك من الأمر شيء [

“Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”.

Diriwayatkan pula dalam shoheh Bukhori dari Abu Hurairah ia berkata : “ketika diturunkan kepada Rasulullah firman Allah :

] وأنذر عشيرتك الأقربين [

“Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat”( QS. Asy Syu’ara,214 )

berdirilah beliau dan bersabda : “Wahai orang-orang quraisy, tebuslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya). sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan Allah untuk kalian. Wahai Abbas bin Abdul Mutholib, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah, wahai Shofiyah bibi Rasulullah, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti, wahai Fatimah binti Rasulullah, mintalah kepadaku apa saja yang kau kehendaki, tapi sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti”.

Kandungan bab ini :

1-Penjelasan tentang kedua ayat tersebut diatas ([1]).

2-Kisah perang uhud.

3-Rasulullah, pemimpin para rasul, dalam sholat subuh telah membaca qunut sedang para sahabat dibelakangnya mengamini.

4-Orang orang yang beliau doakan semoga Allah menjauhkan rahmatNya dari mereka adalah orang-orang kafir.

5-Mereka telah melakukan perbuatan yang tidak dilakukan oleh orang-orang kafir yang lain, antara lain melukai kepala Rasulullah, dan berupaya untuk membunuh beliau, serta mengkoyak-koyak tubuh para korban yang terbunuh, padahal yang terbunuh itu adalah sanak famili mereka.

6-Terhadap peristiwa itulah Allah menurunkan firmanNya beliau :

] ليس لك من الأمر شيء [

7-Allah berfirman : [أو يتوب عليهم أو يعذبهم ]

“Atau Allah terima taubat mereka, atau menyiksa mereka”(QS. Ali Imran, 128 ).

Kemudian Allah pun menerima taubat mereka, dengan masuknya mereka kedalam agama Islam, dan menjadi orang orang yang beriman.

8-Dianjurkannya melakukan qunut nazilah, yaitu : qunut yang dilakukan ketika umat Islam dalam keadaan mara bahaya.

9-Menyebutkan nama-nama mereka beserta nama orang tua mereka ketika didoakan terlaknat di dalam sholat, tidak membatalkan sholat.

10-Boleh melaknat orang kafir tertentu didalam qunut.

11-Kisah Rasulullah ketika diturunkan kepada beliau firman Allah “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat”.

12-Kesungguhan Rasulullah dalam hal ini, sehingga beliau melakukan sesutu yang menyebabkan dirinya dituduh gila, demikian halnya apabila dilakukan oleh orang mukmin pada masa sekarang.

13-Rasulullah memperingatan keluarganya yang paling jauh kemudian yang terdekat dengan sabdanya : “sedikitpun Aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti” sampai beliau bersabda : “wahai Fatimah putri Rasul, aku tidak bisa berbuat untukmu apa-apa dihadapan Allah nanti”.

Jika beliau sebagai pemimpin para rasul telah berterus terang tidak bisa membela putrinya sendiri pemimpin kaum wanita di jagat raya ini, dan jika orang mengimani bahwa apa yang beliau katakan itu benar, kemudian jika dia memperhatikan apa yang terjadi pada diri kaum khowash ([2]) dewasa ini, maka akan tampak baginya bahwa tuhid ini sudah ditinggalkan, dan tuntunan agama sudah menjadi asing.


([1] ) Kedua ayat tersebut menunjukkan kebatilan syirik mulai dari dasarnya, karena makhluk yang lemah ini, yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, tidak dapat dijadikan sebagai sandaran sama sekali; dan menunjukkan pula bahwa Allah lah yang berhak dengan segala macam ibadah yang dilakukan manusia.

([2] ) Kaum Khowash ialah : orang orang tertentu yang ditokohkan dalam masalah agama, dan merasa bahwa dirinya patut diikuti, disegani dan diminta berkah doanya.

KITAB TAUHID (14/67)

BAB 14

MINTA PERTOLONGAN DAN BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK.

Firman Allah :

] ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين [

“Dan janganlah kamu memohon / berdo’a kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim ( musyrik )” ( QS. Yunus, 106 ).

] وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم [

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang”( QS. Yunus, 107 ).

] إن الذين تعبدون من دون الله لا يملكون لكم رزقا فابتغوا عند الله الرزق واعبدوه واشكروا له إليه ترجعون [

“Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki itu pada Allah dan sembahlah Dia (saja) serta bersyurkurlah kepadaNya. Hanya kepada Nya lah kamu sekalian dikembalikan.” ( QS. Al Ankabut, 17 ).

] ومن أضل ممن يدعو من دون الله من لا يستجيب له إلى يوم القيامة وهم عن دعائهم غافلون وإذا حشر الناس كانوا لهم أعداء وكانوا بعبادتهم كافرون [

“Dan tiada yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada sesembahan-sesembahan selain Allah, yang tiada dapat mengabulkan permohonannya sampai hari kiamat dan sembahan sembahan itu lalai dari (memperhatikan) permohonan mereka. Dan apabila menusia dikumpulan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” ( QS. Al Ankabut, 5-6 ).

] أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلهم خلفاء الأرض أإله مع الله قليلا ما تذكرون [

“Atau siapakah yang mengabulkan (do’a) orang-orang yang dalam kesulitan disaat ia berdo’a kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu sekalian menjadi kholifah di bumi ? adakah sesembahan ( yang haq ) selain Allah ? amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).” ( QS. An Naml, 62).

Imam At-thabrani dengan menyebutkan sanadnya meriwayatkan bahwa : “pernah ada pada zaman Rasulullah seorang munafik yang selalu menyakiti orang-orang mu’min, maka salah seorang di antara orang mu’min berkata : “marilah kita bersama-sama memohon perlindungan kepada Rasulullah supaya dihindarikan dari tindakan buruk orang munafik ini”, ketika itu Rasulullah menjawab :

" إنه لا يستغاث بي وإنما يستعاث بالله "

“ sesungguhnya aku tidak boleh dimintai perlindungan, hanya Allah sajalah yang boleh dimintai perlindungan”.

Kandungan bab ini :

1-Istighotsah itu pengertiannya lebih husus dari pada berdo’a([1]).

2-Penjelasan tentang ayat yang pertama ([2]).

3-Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah syirik besar.

4-Orang yang paling sholeh sekalipun jika melakukan perbuatan ini untuk mengambil hati orang lain, maka ia termasuk golongan orang-orang yang dzolim ( musyrik ).

5-Penjelasan tentang ayat yang kedua ([3]).

6-Meminta perlindungan kepada selain Allah tidak dapat mendatangkan manfaat duniawi, disamping perbuatan itu termasuk perbuatan kafir.

7-Penjelasan tentang ayat yang ketiga ([4]).

8-Meminta rizki itu hanya kepada Allah, sebagaimana meminta sorga.

9-Penjelasan tentang ayat yang ke empat ([5]).

10-Tidak ada orang yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada sesembahan selain Allah.

11-Sesembahan selain Allah tidak merasa dan tidak tahu kalau ada orang yang memohon kepadanya.

12-Sesembahan selain Allah akan benci dan marah kepada orang yang memohon kepadanya pada hari kiamat.

13-Permohonan ini dianggap ibadah kepada sesembahan selain Allah.

14-Pada hari kiamat sesembahan selain Allah itu akan mengingkari ibadah yang mereka lakukan.

15-Permohonan kepada selain Allah inilah yang menyebabkan seseorang menjadi orang yang paling sesat.

16-Penjelasan tentang ayat yang ke lima ([6]).

17-Satu hal yang sangat mengherankan adalah adanya pengakuan dari para penyembah berhala bahwa tidak ada yang dapat mengabulkan permohonan orang yang berada dalam kesulitan kecuali Allah, untuk itu, ketika mereka berada dalam keadaan sulit dan terjepit, mereka memohon kepadaNya dengan ikhlas dan memurnikan ketaatan untukNya.

18-Hadits di atas menunjukan tindakan preventif yang dilakukan Rasulullah r untuk melindungi ketauhidan, dan etika sopan santun beliau kepada Allah.


([1] ) Istighotsah ialah : meminta pertolongan ketika dalam keadaan sulit supaya dibebaskan dari kesulitan itu.

([2] ) Ayat pertama menunjukkan bahwa dilarang memohon kepada selain Allah, karena selainNya tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula dapat mendatangkan bahaya kepada seseorang.

([3] ) Ayat kedua menunjukkan bahwa Allah lah yang berhak dengan segala ibadah yang dilakukan manusia, seperti doa, istighotsah dan sebagainya. Karena hanya Allah yang Maha Kuasa, jika Dia menimpakan sesuatu bahaya kepada seseorang, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia sendiri, dan jika Dia menghendaki untuk seseorang suatu kebaikan, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Tidak ada seorangpun yang menghalangi kehendakNya.

([4] ) Ayat ketiga menunjukkan bahwa hanya Allah yang berhak dengan ibadah dan rasa syukur kita, dan hanya kepadaNya seharusnya kita meminta rizki, karena selain Allah tidak mampu memberikan rizki.

([5] ) Ayat keempat menunjukkan bahwa doa ( permohonan) adalah ibadah. Karena itu, barang siapa yang menyelewengkannya kepada selain Allah, maka dia adalah musyrik.

([6] ) Ayat kelima menunjukkan bahwa istighotsah (mohon pertolonan) kepada selain Allah – karena tidak ada yang kuasa kecuali Dia – adalah bathil dan termasuk syirik.

KITAB TAUHID (13/67)

BAB 13

MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah :

] وأنه كان رجال من الإنس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا [

“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan”( QS. Al jin, 6 ).

Khaulah binti Hakim menuturkan : aku mendengar Rasulullah bersabda :

" من نزل منـزلا فقال : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منـزله ذلك ". رواه مسلم

“Barang siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a :

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

( aku berlindung dengan kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan ) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu” ( HR. Muslim ).

Kandungan bab ini :

1-Penjelasan tentang maksud ayat yang ada dalam surat Al Jin ([1]).

2-Meminta perlindungan kepada selain Allah (jin) adalah syirik.

3-Hadits tersebut di atas, sebagaimana disimpulkan oleh para ulama, merupakan dalil bahwa kalam Allah itu bukan makhluk, karena minta perlindungan kepada makhluk itu syirik.

4-Keutamaan doa ini walaupun sangat singkat.

5-Sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan dunia, baik dengan menolak kejahatan atau mendatangkan keberuntungan tidak berarti sesuatu itu tidak termasuk syirik.


([1] ) Dalam ayat ini Allah memberitahukan bahwa ada di antara manusia yang meminta perlindungan kepada jin agar merasa aman dari apa yang mereka khawatirkan, akan tetapi jin itu justru menambah dosa dan rasa khawatir bagi mereka, karena mereka tidak meminta perlindungan kepada Allah. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa isti’adzah (meminta perlindungan( kepada selain Allah adalah termasuk syirik dan terlarang.

KITAB TAUHID (12/67)

BAB 12

BERNADZAR UNTUK SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah :

] يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا [

Mereka menepati nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana- mana.” ( QS. Al insan, 7 )

] وما أنفقتم من نفقة أو نذرتم من نذر فإن الله يعلمه [

“Dan apapun yang kalian nafkahkan, dan apapun yang kalian nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” ( QS. Al baqarah, 270 ).

Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah bersabda :

" من نذر أن يطيع الله فليطعه، ومن نذر أن يعصي الله فلا يعصه "

“Siapa yang bernadzar untuk mentaati Allah maka ia wajib mentaatinya, dan barang siapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka ia tidak boleh bermaksiat kepadaNya (dengan melaksanakan nadzarnya itu). ”

Kandungan bab ini :

1-Menunaikan nadzar adalah wajib.

2-Apabila sudah menjadi ketetapan bahwa nadzar itu ibadah kepada Allah, maka memalingkannya kepada selain Allah adalah syirik.

3-Dilarang melaksanakan nadzar yang maksiat.

KITAB TAUHID (11/67)

BAB 11

MENYEMBELIH BINATANG KARENA ALLAH DILARANG DILAKUKAN DI TEMPAT PENYEMBELIHAN YANG BUKAN KARENA ALLAH

Firman Allah :

] والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقا بين المؤمنين وإرصادا لمن حارب الله ورسوله من قبل وليحلفن إن أردنا إلا الحسنى والله يشهد إنهم لكذبون لا تقم فيه أبدا لمسجد أسس على التقوى من أول يوم أحق أن تقوم فيه فيه رجال يحبون أن يتطهروا والله يحب المتطهرين [

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudlaratan ( pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu). Mereka sesungguhnya bersumpah : “kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadikan saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya) Janganlah kamu dirikan sholat di masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa ( masjid quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu lakukan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri. ” (QS. At taubah, 107 –108 )

Tsabit bin Dhohhak berkata :

نذر رجل أن يذبح إبلا ببوانة، فسأل النبي r فقال :" هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد ؟" قالوا : لا، قال :" فهل كان فيها عيد من أعيادهم ؟" قالوا : لا، فقال رسول الله r :" أوف بنذرك، فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملك ابن آدم". رواه أبو داود وإسناده على شرطهما.

Ada seseorang yang bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah ([1]), lalu ia bertanya kepada Rasulullah , maka Nabi bertanya : “apakah di tempat itu ada berhala berhala yang pernah disembah oleh orang-orang jahiliyah ? para sahabat menjawab : tidak, dan Nabipun bertanya lagi : “apakah di tempat itu pernah dirayakan hari raya mereka ? para sahabatpun menjawab : tidak, maka Nabipun menjawab : “laksanakan nadzarmu itu, karena nadzar itu tidak boleh dilaksanakan dalam bermaksiat kepada Allah, dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh seseorang” ( HR. Abu Daud, dan Isnadnya menurut persyaratan Imam Bukhori dan Muslim ).

Kandungan bab ini :

1-Penjelasan tentang firman Allah yang telah disebutkan di atas([2]).

2-Kemaksiatan itu bisa berdampak negatif, sebagaimana ketaatan berdampak positif.

3-Masalah yang masih meragukan hendaknya dikembalikan kepada masalah yang sudah jelas, agar keraguan itu menjadi hilang.

4-Diperbolehkan bagi seorang mufti untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebelum berfatwa untuk mendapatkan keterangan yang jelas.

5-Mengkhususkan tempat untuk bernadzar tidak dilarang selama tempat itu bebas dari hal hal yang terlarang.

6-Tidak diperbolehkan mengkhususkan tempat, jika di tempat itu ada berhala-berhala yang pernah disembah pada masa jahiliyah, walaupun semuanya sudah dihilangkan.

7-Tidak diperbolehkan mengkhususkan tempat untuk bernadzar, jika tempat itu pernah digunakan untuk melakukan perayaan orang-orang jahiliyah, walaupun hal itu sudah tidak dilakukan lagi.

8-Tidak diperbolehkannya melakukan nadzar di tempat-tempat tersebut, karena nadzar tersebut termasuk katagori nadzar maksiat.

9-Harus dihindari perbuatan yang menyerupai orang-orang musyrik dalam acara-acara keagamaan dan perayaan-perayaan mereka, walaupun tidak bermaksud demikian.

10-Tidak boleh bernadzar untuk melaksanakan kemaksiatan.

11-Tidak boleh seseorang bernadzar dalam hal yang tidak menjadi hak miliknya.



([1] )Buwanah : nama suatu tempat di sebelah selatan kota Makkah, sebelum Yalamlam; atau anak bukit sebelah Yanbu’.

([2] ) Ayat ini menunjukkan pula bahwa menyembelih binatang dengan niat karena Allah dilarang dilakukan di tempat yang dipergunakan oleh orang-orang musyrik untuk menyembelih binatang, sebagaimana sholat dengan niat karena Allah dilarang dilakukan di masjid yang didirikan atas dasar maksiat kepada Allah.

Thursday, May 1, 2008

KITAB TAUHID (10/67)

BAB 10

MENYEMBELIH BINATANG BUKAN KARENA ALLAH

Firman Allah :

] قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لاشريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين [

“Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri ( kepada Allah )” ( QS. Al An’am, 162-163).

] فصل لربك وانحر [

“Maka dirikanlah sholat untuk Rabbmu, dan sembelihlah korban( untukNya )” ( QS. Al Kautsar, 2 )

Ali bin Abi Tholib berkata :

“Rasulullah bersabda kepadaku tentang empat perkara :

" لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن والديه، لعن الله من آوى محدثا، لعن الله من غير منار الأرض"

“Allah melaknat orang-orang yang menyembelih binatang bukan kerena Allah, Allah melaknat orang-orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang-orang yang melindungi orang yang berbuat kejahatan, dan Allah melaknat orang-orang yang merubah tanda batas tanah” ( HR. Muslim )

Thoriq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah bersabda :

" دخل الجنة رجل في ذباب, ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله ؟، قال : مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا، فقالوا لأحدهما قرب، قال : ليس عندي شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر : قرب، فقال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله U، فضربوا عنقه فدخل الجنة " رواه أحمد.

“Ada seseorang yang masuk sorga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya : bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah, Rasul menjawab : “ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : persembahkanlah sesuatu untuknya, ia menjawab : saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya, mereka berkata lagi : persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka karenanya, kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : persembahkalah untuknya sesuatu, ia menjawab : aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga” ( HR. Ahmad ).

Kandungan bab ini :

1-Penjelasan tentang makna ayat قل إن صلاتي ونسكي ...

2-Penjelasan tentang makna ayat فصل لربك وانحر ....

3-Orang yang pertama kali dilaknat oleh Allah berdasarkan hadits diatas adalah orang yang menyembelih karena selain Allah.

4-Dilaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, hal itu bisa terjadi bila ia melaknat kedua orang tua seseorang, lalu orang tersebut melaknat kedua orang tuanya.

5-Dilaknat orang yang melindungi pelaku kajahatan, yaitu orang yang memberikan perlindungan kepada seseorang yang melakukan kejahatan yang wajib diterapkan kepadanya hukum Allah.

6-Dilaknat pula orang yang merubah tanda batas tanah, yaitu merubah tanda yang membedakan antara hak milik seseorang dengan hak milik tetangganya, dengan digeser maju atau mundur.

7-Ada perbedaan antara melaknat orang tertentu dengan melaknat orang-orang ahli maksiat secara umum.

8-Adanya kisah besar dalam hadits ini, yaitu kisah seekor lalat.

9-Masuknya orang tersebut kedalam neraka disebabkan karena mempersembahkan seekor lalat yang ia sendiri tidak sengaja berbuat demikian, tapi ia melakukan hal tersebut untuk melepaskan diri dari perlakuan buruk para pemuja berhala itu.

10-Mengetahui kadar kemusyrikan yang ada dalam hati orang orang mukmin, bagaimana ketabahan hatinya dalam menghadapi eksekusi hukuman mati dan penolakannya untuk memenuhi permintaan mereka, padahal mereka tidak meminta kecuali amalan lahiriyah saja.

11-Orang yang masuk neraka dalam hadits ini adalah orang Islam, karena jika ia orang kafir, maka Rasulullah tidak akan bersabda : “ … masuk neraka karena sebab lalat ...

12-Hadits ini merupakan suatu bukti bagi hadits shoheh yang mengatakan :

" الجنة أقرب إلى أحدكم من شراك نعله والنار مثل ذلك "

13-“Sorga itu lebih dekat kepada seseorang dari pada tali sandalnya sendiri, dan neraka juga demikian”

14-Mengetahui bahwa amalan hati adalah tolok ukur yang sangat penting, walaupun bagi para pemuja berhala.

KITAB TAUHID (09/67)

BAB 9

MENGHARAPKAN BERKAH DARI PEPOHONAN, BEBATUAN ATAU YANG SEJENISNYA

Firman Allah :

] أفرأيتم اللات والعزى ومناة الثالثة الأخرى ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزا إن هي إلا أسماء سميتموها أنتم وآباءكم ما أنزل الله بها من سلطان إن يتبعون إلا الظن وما تهوى الأنفس ولقد جاءهم من ربهم الهدى [

“Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Al lata dan Al Uzza dan Manat yang ketiga, ([1]). Apakah ( patut ) untuk kamu ( anak ) laki- laki dan untuk Allah (anak ) perempuan ? yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang diada-adakan oleh kamu dan bapak-bapak kamu; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka; padahal sesungguhnya tidak datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.” ( QS. An najm, 19 - 23 )

Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran ( masuk Islam ), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah menjawab :

" الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى ]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون [ لتركبن سنن من كان قبلهم" رواه الترمذي وصححه.

“Allahu Akbar, itulah tradisi ( orang orang sebelum kalian ) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :“buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti ( faham )” kalian pasti akan mengikuti tradisi orang orang sebelum kalian.”(HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)

Kandungan dalam bab ini :

1-Penjelasan tentang ayat yang terdapat dalam surat An najm ([2]).

2-Mengetahui bentuk permintaan mereka ([3]).

3-Mereka belum melakukan apa yang mereka minta.

4-Mereka melakukan itu semua untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, karena mereka beranggapan bahwa Allah menyukai perbuatan itu.

5-Apabila mereka tidak mengerti hal ini, maka selain mereka lebih tidak mengerti lagi.

6-Mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan jaminan maghfirah (untuk diampuni) yang tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

7-Nabi Muhammad tidak menerima argumentasi mereka, bahkan menyanggahnya dengan sabdanya : “Allahu Akbar, sungguh itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian dan kalian akan mengikuti mereka”. Beliau bersikap keras terhadap permintaan mereka itu dengan ketiga kalimat ini.

8-Satu hal yang sangat penting adalah pemberitahuan dari Rasulullah bahwa permintaan mereka itu persis seperti permintaan bani israil kepada nabi Musa : “buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan sesembahan …”

9-Pengingkaran terhadap hal tersebut adalah termasuk diantara pengertian لا إله إلا الله yang sebenarnya, yang belum difahami oleh mereka yang baru masuk Islam.

10-Rasulullah menggunakan sumpah dalam menyampaikan petunjuknya, dan beliau tidak berbuat demikian kecuali untuk kemaslahatan.

11-Syirik itu ada yang besar dan ada yang kecil, buktinya mereka tidak dianggap murtad dengan permintaannya itu.

12-Perkataan mereka “…sedang kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk islam) …” menunjukan bahwa para sahabat yang lain mengerti bahwa perbuatan mereka termasuk syirik.

13-Diperbolehkan bertakbir ketika merasa heran, atau mendengar sesuatu yang tidak patut diucapkan dalam agama, berlainan dengan pendapat orang yang menganggapnya makruh.

14-Diperintahkan menutup pintu yang menuju kemusyrikan.

15-Dilarang meniru dan melakukan suatu perbuatan yang menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyah.

16-Boleh marah ketika menyampaikan pelajaran.

17-Kaidah umum, bahwa diantara umat ini ada yang mengikuti tradisi-tradisi umat sebelumnya, berdasarkan Sabda Nabi “itulah tradisi orang orang sebelum kamu … dst”

18-Ini adalah salah satu dari tanda kenabian Nabi Muhammad, karena terjadi sebagaimana yang beliau ceritakan.

19-Celaan Allah yang ditujukan kepada orang yahudi dan nasrani, yang terdapat dalam Al qur’an berlaku juga untuk kita.

20-Sudah menjadi ketentuan umum dikalangan para sahabat, bahwa ibadah itu harus berdasarkan perintah Allah [ bukan mengikuti keinginan, pikiran atau hawa nafsu sendiri]. Dengan demikian, hadits tersebut di atas mengandung suatu isyarat tentang hal hal yang akan ditanyakan kepada manusia di alam kubur. Adapun “Siapakah Tuhanmu ?”, sudah jelas; sedangkan “ Siapakah Nabimu ?” berdasarkan keterangan masalah-masalah ghoib yang beliau beritakan akan terjadi; dan “apakah agamamu ?” berdasarkan pada ucapan mereka : “buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka itu mempunyai sesembahan sesembahan … dst”

21-Tradisi orang-orang ahli kitab itu tercela seperti tradisinya orang-orang musyrik.

22-Orang yang baru saja pindah dari tradisi-tradisi batil yang sudah menjadi kebiasaan dalam dirinya, tidak bisa dipastikan secara mutlak bahwa dirinya terbebas dari sisa-sisa tradisi tersebut, sebagai buktinya mereka mengatakan : “ kami baru saja masuk islam” dan merekapun belum terlepas dari tradisi tradisi kafir, karena kenyataannya mereka meminta dibuatkan Dzatu Anwath sebagaimana yang dipunyai oleh kaum musyrikin.


([1])Al Lata, Al Uzza dan Manat adalah nama berhala berhala yang dipuja orang arab jahiliyah dan dianggapnya sebagai anak anak perempuan Allah.

([2] )Dalam ayat ini, Allah I menyangkal tindakan kaum musyrikin yang tidak rasional, karena mereka menyembah ketiga berhala tersebut yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak pula dapat menolak madlarat. Dan Allah mencela tindakan dzalim mereka dengan memilih untuk diri mereka jenis yang baik dan memberikan untuk Allah jenis yang buruk dalam anggapan mereka. Tindakan mereka itu semua hanyalah berdasarkan sangkaan sangkaan dan hawa nafsu, tidak berdasarkan pada tuntunan para Rasul yang mengajak umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah dan tidak beribadah kepada selainNya.

([3] )Yaitu : mereka meminta dibuatkan Dzatu Ansath sebagaimana yang dimiliki oleh kaum musyrikin, untuk diharapkan berkahnya.